bila mana aku lihat deritamu, aku tersenyum sinis.
saat aku melihat rintihanmu, hati kecilku terdetik
begitu sakit bukan?
begitulah aku rasa saat yang aku punya kau mahukan.
Ahh, bukan niat aku berdendam.
tapi hanya ingin kau rasa bagaimana rasanya aku.
saat aku dulu, boleh kau ejekkan tindak tandukku.
kini kau rasakan peritnya rasa itu.
temanmu yang sama mengejekku dulu turut merasakan yang sama juga bukan?
bukan niat aku untuk bersorak sakitnya kalian.
namun seperti aku katakan.
perit itu kalian rasa juga.
sudah aku jangka tentang temanmu.
ahh, tahun pertama, semuanya indah sayang.
masuk tahun kedua, heh.
tidak apa lah. aku simpati.
tapi pesan aku, jangan kau perlekeh peritnya perasaan seorang manusia.




